Sandwich Generation, Mama dan Papa juga?

sandwich generation

Di saat sekarang ini, ada banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi karena beberapa sektor ekonomi tengah melemah digempur pandemi. Apalagi buat Mama dan Papa yang juga mesti harus memenuhi kebutuhan Si Kecil dan juga orangtua.Kondisi ini disebut juga dengan sandwich generation.

Istilah ini mendeskripsikan kondisi orang dewasa yang menanggung beban untuk membiayai kebutuhan secara fisik, emosional, dan ekonomi baik orangtua dan anaknya sekaligus. Jadi mirip seperti daging, sayuran, dan telur yang dihimpit roti tawar alias sandwich!

Kondisi ini kadang melelahkan, Mam. Mama dan Papa harus bekerja keras tapi kadang enggak menikmati jerih lelahnya. Ada banyak perencana keuangan yang menyebutkan sandwich generation paling banyak ditemukan di negara berkembang seperti Indonesia. Tapi memasuki tahun 2020, bahkan orang-orang di negara maju seperti Amerika juga mengalaminya.

Kita simak yuk apa saja yang Mama dan Papa hadapi sebagai sandwich generation:

  1. Lupa merawat diri

Saking sibuknya memenuhi kebutuhan orangtua dan juga Si Kecil, Mama dan Papa sampai lupa membuat makanan sehat, berolahraga, bahkan lupa janji ke dokter. Hal-hal ini akan berbahaya dan beresiko buat kesehatan Mama dan Papa.

  1. Sulit melakukan work-life-balance

Sandwich generation sangat sulit menyeimbangkan kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dengan kehidupan personal. Soalnya Mama atau Papa mungkin fokus untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan orangtua dan juga Si Kecil. Stres bisa timbul lho!

  1. Memiliki masalah keuangan

Memenuhi kebutuhan rumah tangga pasti menjadi tantangan tersendiri. Apalagi Mama dan Papa juga mesti memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan dan juga kebutuhan lainnya buat orangtua atau anggota keluarga lain. Dampak dari hal ini adalan tekanan secara finansial. Mama dan Papa jadi harus bekerja lembur, mencari pekerjaan kedua atau ketiga, serta berbagi biaya dengan saudara untuk menjaga keadaan keunangan tetap stabil dan bisa bertahan hidup.

Dampak Negatif dari Sandwich Generation

Dampak jangka pendek dan jangka pendek dari kondisi ini beragam, Mam. Seperti:

  • Kesulitan mencapai keseimbangan kehidupan profesional dan personal
  • Rasa tidak dihargai
  • Mengabaikan hobi dan minat
  • Kecemasan dan depresi
  • Perasaan kesal pada orang yang disayang
  • Kesulitan dalam mengelola hubungan
  • Masalah kesehatan lainnya karena stres

Dampak-dampak di atas ini bisa Mama dan Papa atasi sedikit-sedikit kok!

Tips Mengatasi Stres Sandwich Generation

Melakukannya memang sulit tapi langkah pertama buat melakukannya akan berdampak baik buat Mama dan Papa. Seperti:

  1. Membuat perencanaan finansial

Cara yang dapat membantu Mama dan Papa dalam tekanan masalah finansial adalah perencanaan finansial/ Mama bisa menggunakan jasa konsultan untuk membantu membuatnya. Tambahan biaya jasa konsultan satu kali yang akan membuat Mama dan Papa lebih baik tentu tidak apa, kan?

  1. Memberi waktu untuk diri sendiri

Sumber kecemasan terbesar Mama dan Papa mungkin adalah apakah bisa terus memenuhi kebutuhan semua orang. Tapi luangkan waktu untuk melakukan hobi dan minat ya untuk memberikan kesempatan memrefleksikan perasaan. Memberikan waktu untuk diri sendiri juga akan meringankan stres.

  1. Mencari support dari orang terdekat atau komunitas

Saat masalah terjadi mungkin Mama dan Papa sering memikirkan sendiri semua jalan masalah sendiri. Namun sebenarnya tidak perlu sendiri, Mam. Mama bisa meminta bantuan anggota keluarga lainnya, misalnya. Meminta bantuan anggota keluarga lain akan memberi rasa tanggung jawab kepada masing-masing anggota keluarga serta membantu anggota keluarga lain yang memiliki masalah yang sama.

 

Nah, jika stres karena menghadapi kondisi sandwich generation berkelanjutan dan membawa dampak buruk untuk orang sekitar segera cari pertolongan psikolog yaa untuk perawatan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *