Tips-Tips Yang Mudah Dilakukan Untuk Diet Setelah Melahirkan Sesar

tips diet pasca melahirkan sesar

Mengandung bersama Si Kecil dan melahirkan dengan cara sesar membuat bentuk perut Moms berubah. Proses persalinan dengan operasi sesat akan meningkatkan resiko berat badan. Hal ini wajar dan normal namun kadang Moms akan merasa kurang percaya diri. Tapi, bagaimana cara yang tepat dan aman untuk diet setelah melahirkan sesar?

Untuk mengecilkan perut serta mengembalikan bentuk perut seperti semula, Moms bisa melakukannya di rumah. Cara diet setelah melahirkan sesar ini bisa dilaksanakan untuk jangka panjang. Ingat Moms, konsistensi akan membawa perubahan berat badan jangka panjang daripada pergi ke klinik kecantikan untuk perubahan instan.

Simak tips-tips di bawah ini untuk cara diet setelah melahirkan sesar yang aman:

  1. Memberikan ASI secara eklusif

Secara sederhana, kalori yang dikonsumsi Moms tentu akan diserap pula oleh Si Kecil lewat pemberian ASI. Sehingga menyusui secara ekslusif tidak hanya bermanfaat untuk Si Kecil, tapi juga bermanfaat untuk menurunkan Si Kecil secara bertahap.

Saat menyusui, kalori akan terbakar dengan cepat.  Ketika menyusui secara ekslusif selama enam bulan, tanpa disadari berat badan akan turun lebih cepat dibandingkan dengan Moms yang tidak menyusui.

  1. Konsultasi dengan dokter

Setelah melahirkan secara sesar, Moms akan berada dalam pengawasan dokter kandungan untuk memastikan Moms dalam kondisi pemulihan yang sempurna. Sebelum memilih menu olahraga untuk diet setelah melahirkan sesar, komunikasikan dengan dokter kandungan Moms untuk bertanya soal proses diet serta latihan-latihan apa saja yang diperbolehkan untuk tubuh Moms.

Pasalnya setiap tubuh Moms memiliki respon yang berbeda, maka penting untuk menyesuaikannya dengan kondisi tubuh Mom. Selain menu latihan yang perlu dikonsultasikan, Moms juga perlu tahu waktu pelaksanaan agar latihan yang akan Moms jalankan aman dan tidak membuat Moms terganggu kesehatannya.

Waktu pemulihan Moms yang melahirkan sesar adalah enam bulan. Selama enam bulan, luka bekas operasi masih akan terasa sakit. sehingga Moms perlu mempertimbangkan kondisi pemulihan luka dengan menu latihan untuk diet.

  1. Banyak minum air putih

Konsumsi air putih akan membantu mendetoksifikasi tubuh Moms. Air putih dapat membantu mengoptimalkan fungsi ginjal, hati, dan pencernaan. Jadi jangan lewatkan minum air putih setidaknya 8 gelas sehari.

Tubuh Moms pasca melahirkan pun membutuhkan banyak cairan, maka jangan sampai kekurangan air putih dan dehirasi. Dehidrasi juga dapat membuat ‘lapar palsu’ di mana sebenarnya tubuh Moms sedang kekurangan cairan tapi tubuh memberikan sinyal bahwa tubuh sedang lapar dan memicu Moms makan lebih banyak. Padahal Moms hanya butuh minum.

  1. Mulai dengan berjalan kaki

Berjalan kaki dengan santai  dapat membakar banyak kalori dan mengencangkan otot perut yang kendur. Dengan berjalan sejauh 500 meter setiap hari, otot perut yang kendur dapat kencang kembali. Enggak perlu jauh-jauh, Moms. Moms bisa melakukannya di komplek Moms tinggal atau di permukaan jalan yang datar.  Olahraga yang sederhana ini juga dapat membuat otot kaki Moms menjadi semakin kuat. Ketika sudah nyaman dengan berjalan kaki, Moms bisa menambah kecepatan berjalan Moms lebih cepat.

Lakukan berjalan kaki dengan kecepatan sedang selama beberapa menit lalu dilanjutkan dengan kecepatan cepat selama beberapa menit. Ambil waktu untuk berjalan santai kembali. Moms bisa mengulangi pola ini 3-4 kali set.

  1. Mengatur porsi makan

Menyusui tentu membuat Moms semakin cepat lapar. Mengontrol konsumsi makanan menjadi kunci penting dalam proses diet. Ahli nutrisi olahraga, Rudy Mawer, mengatakan bahwa dengan mengontrol porsi makan, kita akan menghindari konsumsi banyak kalori.

Moms bisa mengganti menu makan dengan makanan bernutrisi tinggi yang baik untuk kelancaran ASI tapi juga memiliki kalori rendah seperti ikan, papaya, oatmeal, bayam, dan masih banyak lagi. Tapi tidak pergi keras pada diri sendiri ya, Moms. Setelah terbiasa makan penuh karbohidrat, tubuh Moms pasti kaget dan stress saat menu makanan secara kontras diganti. Karenanya proses mengganti menu makanan bisa dilakukan bertahap. Misal mengganti makan siang dengan salad, tapi tetap sarapan dan makan malam seperti biasa. Saat tubuh terbiasa, baru ganti menu makan Moms lagi.

 

Tips-tips barusan bisa Moms terapkan apabila Moms ada dalam kondisi prima, ya! Peran Moms sebagai ibu tetap menjadi prioritas utama untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil. Makanya sangat tidak disarankan diet hingga Moms kelelahan dan kekurangan nutrisi. Karenanya selalu pastikan keseimbangan nutrisi dan selalu konsultasikan pada dokter! Dads juga dapat membantu Moms dalam proses diet ini dengan mengontrol makanan dan kondisi Moms untuk memastikan kondisi Moms selalu prima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *