Simak Tips Pertolongan Pertama Pada Bayi Jatuh Ini, Mam

bayi jatuh

Mama pasti khawatir bukan main waktu bayi jatuh. Apalagi Si Kecil masih bayi saat jatuh sehingga belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Jika hal ini terjadi, Mama bisa lakukan pertolongan pertama sebelum membawanya ke dokter.

Si Kecil yang mulai aktif bergerak tak jarang mudah terjatuh ketika ia berguling, merangkak, berjalan, atau bahkan saat digendong. Saat bayi jatuh, hal tersebut dapat membuatnya memar, luka, keseleo, atau kondisi medis lainnya.

Menurut Healthline, bayi jatuh bisa saja membuatnya kehilangan kesadaran, tampak pincang atau terluka. Lalu biasanya kembali sadar dan tampak baik-baik saja tidak lama kemudian. Namun Mama harus tetap waspada apalagi Si Kecil menunjukkan gejala cedera kepala serius seperti tanda-tanda pendarahan atau tidak sadarkan diri.

Pertolongan pertama saat bayi jatuh yang bisa Mama lakukan adalah:

  1. Cek kondisi dan kesadaran Si Kecil

Bayi jatuh dari tempat tidur atau ketinggian bisa menyebabkan kehilangan kesadaran. Si Kecil bisa tampak lemas atau tertidur, sebelum kemudian sadar kembali. Kondisi ini termasuk dalam darurat medis, apalagi jika ada cendera kepala serius seperti tanda perdarahan atau ketidaksadaran. Apabila terjadi, segera hubungi tenaga kesehatan terdekat.

Jangan segera memindahkan Si Kecil dan tetap dampingi untuk memeriksa kondisinya.  Jika Si Kecil muntah atau kejang, jaga agarlehernya tetap lurus dan balikkan tubuhnya ya, Mam. Saat Mama melihat ada perdarahan, segera tekan lembut dnegna kain bersih hingga bantuan tiba.

  1. Alihkan perhatian dan tenangkan Si Kecil

Jika setelah jatuh Si Kecil tidak ditemukan luka atau memar di tubuh, Mama bisa menghibur Si Kecil. Terjatuh dari tempat tidur atau ketinggain bisa membuat Si Kecil takut dan kaget. Mama bisa bercanda dan menghiburnya, sambil terus memeriksa kembali kepala dan tubuh Si Kecil. Pakah ada luka, benjol, atau memar.

  1. Obati jika ada luka atau benjol

Segera kompres jika Mama melihat benjolan setelah Si Kecil jatuh. Kompres dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air dingin selama kurang lebih 2-5 menit ya. Jika benjol tak terlalu besar, benjol pada Si Kecil akan mengempis dalam waktu yang cepat.

  1. Terus perhatikan Si Kecil

Si Kecil mungkin terlihat baik lagi, tapi perhatikan terus saat ia beraktivitas ya Mam. Apakah Si Kecil beraktivitas seperti biasa setelah ia jatuh?

Membantu Si Kecil beristirahat bisa jadi upaya pemulihan atas rasa terkejut Si Kecil setelah jatuh. Bila Si Kecil sulit membangunkan Si Kecil setelah ia tidur, atau Si Kecil tidur lebih lama dari biasanya, Mama bisa langsung segera membawanya ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan Mama untuk menekan risiko luka lebih parah minimal 1×24 jam ke depan.

Jika Si Kecil menunjukkan gejala seperti:

  • Pingsan atau tidak sadar
  • Muntah
  • Kejang
  • Memar yang luas
  • Terdapat patah tulang atau luka terbuka
  • Sesak napas
  • Perdasarahn dari hidung, mulut, dan telinga

Mama harus langsung membawanya ke instalasi gawat darurat (IGD) terdekat untuk mendapatkan penanganan dari dokter.

Tips mencegah bayi jatuh

Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mencegah Si Kecil jatuh, seperti:

  • Jangan meninggalkannya sendirian tanpa pengawasan orang dewasa
  • Usahakan menggunakan tempat tidur khusus bayi seperti Kasur Kolam Swan Series dan jangan menggunakan tempat tidur dewasa karena berisiko bayi jatuh
  • Perhatikan posisi
  • Pilih perlengkapan Si Kecil seperti gendongan yang dengan bahan yang kuat seperti Snobby Baby

Mama juga bisa membuat rumah yang aman buat Si Kecil agar menurunkan risiko cedera. Selalu siapkan kontak darurat seperti rumah sakit terdekat juga harus nih, Mam. Agar ketika terjadi hal yang tak diinginkan seperti bayi jatuh, Mama bisa segera melakukan pertolongan pertama serta membawanya ke dokter untuk penanganan. –MR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *