Tentang Menggendong Dengan Hipseat Sambil Berkendara Motor

menggunakan gendongan di motor

Sejatinya gendongan digunakan ibu Indonesia untuk memudahkan aktivitas tanpa meninggalkan Si Kecil yang masih bayi. Pemakaian gendongan menjadi populer di berbagai belahan dunia dan populer di dunia parenting. Bahkan saking mudahnya digunakan, banyak ditemukan Papa atau Mama yang menggunakan gendongan di motor. Wah, boleh nggak ya?

Hingga kini ada banyak jenis gendongan yang beredar di pasaran. Salah satu jenis yang paling sering ditemukan adalah gendongan SSC atau soft structured carrier. SSC adalah gendongan model ransel yang mirip dengan hipseat.

Perbedaan hipseat dan SSC

Keduanya merupakan jenis gendongan. Jika dilihat sekilas, memang agak mirip. Namun bila Mama perhatikan lebih baik, SSC tidak memiliki dudukan pinggang atau hip seat karena bentuk ergonomis SSC didisain menyesaikan posisi natural dan bentuk badan bayi. Saat digunakan, SSC terlihat lebih ramping.

Bentuknya yang ergonomis ini mensupport teknik menggendong M-shape. Teknik M-shape ini direkomendasikan ketika menggendong Si Kecil karena tidak akan membuatnya sakit atau menghambat perkembangan tulangnya.

Apakah boleh mengendarai motor sambil menggendong Si Kecil menggunakan SSC?

Sebelum membawa Si Kecil berkendara, perhatikan apakah gendongan Mama menyokong bokong, tulang belakang, dan tungkai bawah bayi dengan baik atau tidak. Gendongan yang baik adalah gendongan yang tidak membuat posisi tungkai bawah menjadi menjuntai, tapi menyamping hingga membentuk huruf M atau posisi katak. Setelah memastikan aspek-aspek tadi, selalu pastikan Si Kecil aman pada gendongan.

Tapi jangan langsung berkendara motor dengan Si Kecil dulu ya, Mam. Si Kecil perlu menggunakan alat keselamatan seperti helm untuk melindungi kepalanya dari cidera. Selain itu Si Kecil juga tidak boleh menghidurp partikel-partikel berbahaya akibat polusi udara ke saluran pernapasan. Karenanya penting untuk memakai masker saat berkendara motor.

Secara kesehatan, bayi berumur sekitar 4 bulan bahkan di bawah 1 tahun tidak boleh menggunakan helm atau masker. Kepalanya belum cukup kuat untuk menopang bobot helm serta guncangan dari jalan yang rusak. Penggunaan masker juga beresiko untuk pernapasannya.

Karenanya alangkah lebih baik bila berkendara sepeda motor bersama Si Kecil tidak ketika Si Kecil sudah boleh menggunakan gendongan. Mama dan Papa bisa menggunakan gendongan di motor ketika Si Kecil sudah lebih besar atau hingga umurnya 1 tahun.

Apa yang harus diperhatikan jika Mama atau Papa ingin menggendong bayi sambil berkendara sepeda motor?

Menurut dr. Nadia Nurotul Fuadah dari aloDokter, hal-hal yang mesti diperhatikan adalah:

  1. Jangan menggendong Si Kecil terlalu lama agar tidak membuatnya lelah dan pegal
  2. Selalu pastikan sirkulasi udara sekitar Si Kecil agar terjaga dengan baik
  3. Beri Si Kecil pakaian yang hangat untuk menghindarkannya dari banyaknya angin saat berkendara
  4. Usahakan bayi tidak berada di posisi paling depan atau paling belakang. Lebih baik jika Si Kecil berada di tengah antara Mama dan Papa.

 

Bila Mama membutuhkan gendongan yang mensupport M-Shaped, Snobby Gendongan Ransel Flaminggo Series bisa jadi pilihan. Bahannya nyaman dan enggak membuat Si Kecil kepanasan. Selalu berhati-hati ya, Mam!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *