Ayah Tidak Merasa Dekat dengan Bayi? Apa Sebabnya? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Beritahu dokter bila Anda terus merasa jauh dari bayi, dan bila usaha agar ayah dekat dengan bayi sepertinya tidak berhasil. Mungkin gangguan mood bisa menghalangi kemampuan Anda untuk dekat dengan bayi. Ahli menyatakan depresi pasca persalinan, kondisi yang biasanya terkait dengan ibu baru, juga bisa terjadi pada ayah.

Hingga 10 persen ayah baru di Amerika mengalami depresi paternal pasca melahirkan. Penelitian lain menyatakan 4 sampai 25 persen ayah baru mengalami kondisi ini, yang biasanya terjadi selama 3 sampai 6 bulan pertama setelah bayi lahir.

Segera minta rujukan dari dokter ke profesional kesehatan mental bila gejala berikut ini berlangsung selama lebih dari 2 minggu:

  • Impulsif atau muncul perilaku kekerasan
  • Sulit tidur atau terlalu banyak tidur
  • Mudah marah
  • Tidak tertarik beraktivitas
  • Terus mengalami kenaikan atau penurunan berat badan
  • Lelah atau hilang energi
  • Kebingungan
  • Merasa sangat cemas, bersalah, tidak berharga
  • Tidak bisa fokus
  • Berpikir untuk membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Jangan merasa malu untuk mencari bantuan dan penanganan, ini jadi langkah paling tepat yang bisa Anda lakukan untuk Anda dan keluarga.

Inilah kemungkinan-kemungkinan penyebab ayah tidak merasa dekat dengan bayi adalah karena berikut:

  1. Anda menunggu terlalu lama sebelum terlibat

Anda seharusnya menjalin kedekatan dengan anak bahkan sebelum ia lahir. Ini bisa dimulai ketika Anda meletakkan tangan atau telinga di perut istri, ketika Anda ikut di kelas persiapan kelahiran, atau saat Anda melihat hasil USG.

Sayangnya, banyak ayah menganggap masa bayi sebagai waktu kedekatan antara ibu dan anak. Mereka tidak mau ikut campur.

Banyak pria juga merasa janggal menggendong bayi atau melibatkan diri di fungsi alami bayi, “Saya nggak mau mengganti popok bayi,” atau “Saya ganti popok kalau bayi lagi nggak diare yaa.”

Anda yakin Anda tidak bisa memberikan ASI perah, memakaikan baju, menyendawakan, atau memahami tangisan bayi sebaik istri melakukannya. Sering kali, ayah tidak menganggap bayi sebagai hal menyenangkan hingga anak bisa bermain dan menjadi terlibat dalam aktivitas yang ayah sukai.

Kurangnya kontak awal dengan bayi bisa mengakibatkan efek circular. Semakin besar anak tanpa jalinan kedekatan dengan ayah, semakin aneh terasa ketika Anda dan anak bersama. Dan semakin janggal ketika bersama, semakin berkurang  keinginan Anda untuk kembali terlibat dan dekat dengan anak.

Semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama anak, semakin Anda akan menikmati waktu ini. Anda berdua membangun kedekatan. Selain itu, Anda tidak perlu berurusan dengan kebencian anak karena kurangnya waktu yang Anda sediakan untuknya.

Ketika ayah tidak sering bermain dengan anak, kebencian anak  muncul akibat kurangnya quality time bersamanya. Ia marah dan tidak sabar menghadapi Anda, yang menyebabkan Anda merasa tidak sabar, dan mengakibatkan anak semakin merasa marah, begitu seterusnya.

  1. Ayah menganggap bayi sebagai beban

Sering kali, ayah menganggap bermain bersama anak sebagai hal yang terpaksa dilakukan. Ayah sudah merasa lelah dengan kewajiban lain. Mungkin ia tidak bisa efektif membagi waktu. Ia tidak bisa meninggalkan pekerjaan di kantor. Ayah mungkin melihat dirinya tidak kompeten sebagai orangtua.

Semakin Anda merasa kompeten sebagai orangtua, semakin anak bisa menikmati kebersamaan bersama Anda. Semakin sedikit beban yang Anda punya sebagai ayah, semakin bebas Anda menjadi spontan dan antusias bermain bersama anak.

 

Dikutip dari: ibupedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *